.: Ahlan Wa Sahlan :.

Alhamdulillah, usaha untuk melancarkan semula site Ukhuwwah Pelajar Islam Malaysia di Indonesia (UPIMI) telah berjaya. Semoga dengan wujudnya site ini, akan lebih memudahkan usaha kita menggunakan alternatif ICT untuk berdakwah. Semoga usaha yang sedikit ini diberkati oleh Allah swt. Buat sahabat-sahabat di Jogjakarta khususnya, dan Indonesia amnya, gunakanlah site ini semaksimal mungkin, dan sekiranya anda mempunyai sebarang cadangan atau komen, bolehlah dikemukan terus kepada administrator site ini..:)

*** UPIMI sangat memerlukan sumbangan infaq dari anda untuk memastikan kelancaran setiap program yang dirancangkan. Bagi yang ingin menderma, anda boleh berbuat demikian dengan memasukkan wang ke :

No. Akaun : 9101658799 (Bank Muamalat Indonesia)
Atas Nama : Noor Hayati Binti Sabtu CQ UPIMI

Semoga Allah merahmati dan membalas jasa baik anda dalam membantu UPIMI memartabatkan Islam di kalangan pelajar Malaysia di Jogjakarta ini. ***

Thursday, June 18, 2009

Bidadari Bidadari Surga

Views


Sinopsis
Kepedihan, penderitaan, suka cita, canda tawa, cinta dan pengorbanan, tumpah ruah di pondok bambu Lembah Lahambay rumah keluarga mamak Lainuri dan Laisa.
Pengorbanan tulus tiada tara seorang Laisa. Setelah bapaknya meninggal diterkam harimau gunung Klendeng, mamak Lainuri lantas berjuang demi kelangsungan hidup anak-anaknya. Laisa memutuskan berhenti sekolah dan berjanji dalam hatinya untuk memperjuangkan pendidikan adik-adiknya hingga mereka berjaya.

Dalimunte, Profesor muda yang mengejutkan dunia sains dengan penelitiannya “Pembuktian tak terbantahkan Bulan yang pernah terbelah”. Dan penelitiannya tentang badai elektromagnetik antara galaksi. Profesor yang berhasil menciptakan rangkaian kincir air saat umurnya beranjak 12 tahun, sebagai perintis bakal kemakmuran di Lembah Lahambay.

Ikanuri dan Wibisana, 2 orang teknisi dan pengusaha sparepart hingga menjual ‘chasis’ ke Eropah bersaing dengan perusahaan China. Dua anak kecil yang hampir diterkam siluman Gunung Klendeng kerana terlalu bebalnya mereka.

Yashinta, si kecil manis yang berubah menjadi peneliti pada lembaga konservasi alam, menjelajah lebih dari 27 gunung di dunia. Ia mendaki, memanjat dan menyelam hingga pedalaman Papua. Mungkin jika ia tak melihat berang-berang pagi itu bersama kak Laisa, ia tak akan mencapai kejayaan itu, hingga kuliah S2 di Belanda.

Suatu saat mereka menerima pesan dari mamak Lainuri:
“PULANGLAH. Sakit kakak kalian semakin parah. Doktor memberitahu mungkin minggu depan, mungkin besok pagi, boleh jadi pula nanti malam. Benar-benar tidak ada waktu lagi. Anak-anakku, sebelum semuanya terlambat, pulanglah..”

Kisah perjalanan mereka diceritakan attraktif dan sederhana tapi menyentuh oleh penulis. Dengan gaya penceritaan alur mundur dan meloncat-loncat, cerita tetap enak dinikmati.
Haru, sedih, tawa, bangga, bergantian saat membaca kisah ini. Saya dibuat menangis oleh penulis saat detik-detik kematian Laisa, bersamaan dengan pernikahan Yashinta dan Goughsky, saat Laisa menerjang hujan mencari doktor demi Yashinta. Saat ikanuri mengatakan kau bukan kakak kami.

Romantisme juga ditunjukkan dalam cerita ini. Saat Dalimunte dan Cie Hui menikah di lembah strawberry. Saat Yashinta bertengkar dengan lelaki setengah-setengah bermata biru keturunan Uzbekisthan. Dan saat-sat sigung bebal, Ikanuri dan Wibisana meminang Wulan dan Jasmine pada hari dengan kata-kata yang sama, menikah di hari yang sama, ditambah isterinya melahirkan anak di hari yang sama pula.

Selamat Membaca....

Download Bidadari-bidadari Surga oleh Tere Liye
Part 1
Part 2

0 comments:

.: I Tentang KAMI I :.

UPIMI, UKHUWWAH PELAJAR ISLAM MALAYSIA DI INDONESIA MERUPAKAN BADAN KEROHANIAN MUSLIM BAGI PERTUBUHAN KEBANGSAAN PELAJAR MALAYSIA DI INDONESIA CAWANGAN YOGYAKARTA (PKPMI-CY). SEBARANG PERTANYAAN, CADANGAN, KRITIK DAN SARAN AMAT KAMI ALU-ALUKAN. SEMOGA KEHADIRAN BLOG INI AKAN MEMBERI MANFAAT UNTUK SEMUA MUSLIM MALAYSIA DI YOGYAKARTA..
Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP