.: Ahlan Wa Sahlan :.

Alhamdulillah, usaha untuk melancarkan semula site Ukhuwwah Pelajar Islam Malaysia di Indonesia (UPIMI) telah berjaya. Semoga dengan wujudnya site ini, akan lebih memudahkan usaha kita menggunakan alternatif ICT untuk berdakwah. Semoga usaha yang sedikit ini diberkati oleh Allah swt. Buat sahabat-sahabat di Jogjakarta khususnya, dan Indonesia amnya, gunakanlah site ini semaksimal mungkin, dan sekiranya anda mempunyai sebarang cadangan atau komen, bolehlah dikemukan terus kepada administrator site ini..:)

*** UPIMI sangat memerlukan sumbangan infaq dari anda untuk memastikan kelancaran setiap program yang dirancangkan. Bagi yang ingin menderma, anda boleh berbuat demikian dengan memasukkan wang ke :

No. Akaun : 9101658799 (Bank Muamalat Indonesia)
Atas Nama : Noor Hayati Binti Sabtu CQ UPIMI

Semoga Allah merahmati dan membalas jasa baik anda dalam membantu UPIMI memartabatkan Islam di kalangan pelajar Malaysia di Jogjakarta ini. ***

Monday, June 15, 2009

Si Dia...Kekasih Allah



Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar−benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan RasulNya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung−burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih−Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada−Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al−Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang−orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.


Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca−kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang! dan Ali menundukkan kepalanya dalam−dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda−tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik−detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba−tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu−pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja,kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik−detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat−urat lehernya menegang. "Jibril,
betapa sakit sakaratul maut ini."Perlahan Rasulullah mengaduh Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum",peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii" −"Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Allahumma solli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Wassalam..

Read more...

Saturday, June 13, 2009

A Story to Tell...


An inner voice shouting to be heard, a deep feeling towards a friend’s leave...Yet another true story, from a friend to a friend...

Betapa besarnya nilai sesuatu persahabatan, yang berlandaskan ketulusan dan kejujuran hati, berdiri tegak di atas tiang-tiang Allah. Harimau mati meninggalkan belang, tapi pemergian seorang sahabat ini memberikan seribu satu kesedaran kepada orang-orang di sekelilingnya.

Kata teman saya :
“status YM dia sebelum dia meninggal : show me the path to heaven through the dessert”


“Teringat dosa aku, tak tahu nak cakap, banyaknya dosa, dari sekecil-kecil ke sebesar-besar dosa. Semuanya boleh menyebabkan kita dicampakkan ke neraka. Tak tahulah macam mana kita nanti, adakah kita pergi meninggalkan nama dan qudwah yang baik macam dia.”

“Aku lupa hidup ni semata-mata untuk mencari keredhaan Allah. Aku dah tak nak leka dah. Kita tak tahu bila pulak masa kita, kita tak nak pengakhiran yang tak elok untuk kita. Ini mungkin salah satu cara Allah nak bagi peringatan kepada kita. Tapi Alhamdulillah orang yang Dia ambil memang betul-betul orang yang baik, yang selalu dekat dengan Dia. Bayangkan kalaulah Dia ambil kita. Alhamdulillah masih ade peluang untuk berubah. Dia masih sayangkan kita semua yang masih ada.”

Saya tidak pernah mengenali arwah, namun hanya dari kisah teman saya, suatu ikatan ukhuwwah seolah-olah bertaut hinggakan saya juga turut merasa kehilangan. Hilangnya seorang sahabat, seorang saudara.

“Mak arwah cakap memang dia dah lama ada instinct arwah akan pergi meninggalkan dia. Arwah kata dia tak nak balik tahun ni. Tak sangka, jenazah arwah yang pulang, bukan segulung ijazah. Mak arwah sangat tabah. Dia kata dia redha dengan semua ini. InsyaAllah, seorang pergi, banyak lagi yang Allah ganti, mungkin ledih baik dari arwah.”

“Alhamdulillah beliau sempat mengucap kalimah syahadah sebelum menghembuskan nafas terakhir, jenazah beliau Alhamdulillah berada dalam keadaan yang amat baik, malah kelihatan sedikit tersenyum, insyaAllah beliau tergolong dalam golongan yang benar di hari yang benar, sama-sama doakan.”

Kata teman saya lagi, arwah pernah berpesan :
“Bernafaslah dalam jiwa hamba”
“Mereka yang hangat cintanya mencari akhirat. Laksana anak-anak akhirat...melihat dunia dari jendela akhirat”.

MasyaAllah, betapa hebatnya dia. Waktu hidupnya mutiara-mutiara nasihat yang menghiasi bibirnya, tatkala nyawanya diambil, saat dia sudah tidak lagi berbicara, dia masih mampu menggerakkan hati-hati lain yang masih terlena diulit mimpi duniawi.

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasai mati.Dan sesungguhnya pada hari kiamat nanti segala pahalamu akan disempurnakan. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga maka sesungguhnya dia telah mendapat kejayaan yang sebenarnya. Dan tiadalah kehidupan di dunia ini melainkan kesenangan yang memperdayakan" ( Aali Imran: 185 )

(p/s : Arwah meninggal dunia dalam kemalangan jalan raya, saat artikel ini ditulis, dua lagi rakannya masih dalam keadaan kritikal. Marilah kita doakan kesejahteraan bagi mereka. Amin. Wassalam.)

Another source: kisah arwah look up to this address:
1.http://muhammadabdullah.blogspot.com/2009/06/tribute-for-ammar.html
2. http://akudarahanakmalaysia.via.my/2009/06/night-of-tragedy.html

Read more...

Thursday, June 11, 2009

SURAT CINTA



Cintakah aku padaNYA?
Setelah DIA berikan semua...
Cintakah aku padaNYA?
Setelah sebuku lembaran-lembaran cinta kuterima...
Cintakah aku padaNYA?
Walau sekerdil mana aku,DIA tetap terima dengan redha...
Tidak cintakah aku padaNYA?

Salam, yang di atas dikira prolog ok?
Surat cinta? Wah, kata-kata yang sungguh menarik perhatian bukan? Bak kata orang indonesia, asik bangat sih! Bikin seru!
Waktu kita terima surat cinta daripada si dia, hati jadi berdebar-debar. Tak sabar nak membaca isi kandungan surat, tapi pada masa yang sama, tak mahu perbacaan terhenti begitu cepat waktu sudah sampai pada kalimat love,......(ending surat selalunya..=P)


Adakah kita berperasaan begitu pada Al-Qur'an? Mahu membaca dan baca lagi. Mengulangnya berkali-kali supaya setiap kata-kataNya sudah lali hingga bisa dihafal. Terus dan terus tanpa henti. Pada masa yang sama, setiap butir bicaraNya jadi azimat, pengubat sanubari yang kacau.

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian" [al-Israa':82]

Waktu aku kecil, sudah lazim kudengar bahawa Al-Qur'an itu cahaya. Tapi aku sering terfikir. Cahaya yang bagaimana? Seperti mataharikah? Terang menyilau. Atau seperti bulankah? Menyinari malam menjadikan suasana indah nian. Atau seperti lampu fluorescent di rumah kah? Cukup menerangkan sesuatu ruang.

Aku melihat sesuatu dengan terlalu logika rupanya. Sedang cahaya al-Qur'an itu sesuatu yang sangat abstrak. Kerana yang merasakan cahayanya hanya hati. =)

"Allah pemberi cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya(iaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula disebelah baratnya, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang dia kehendaki, dan Allah meperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [An-Nuur:35]

Subhanallah walhamdulillah wa la ilahaillallah allahuakbar.

Tiada Kesan
Adakah selalu merasakan bahawa ayat-ayat Al-Qur'an tak meresap ke hati? Apabila membaca, terasa biasa saja. Kesalahan itu ada pada kita teman, kerana tak cuba memahami terjemahannya. mana mungkin orang yang tidak boleh berbahasa Arab, tidak pernah belajar secara magically faham apa yang diberitahu Tuhan dalam bahasa yang berbeda dari bahasa ibundanya? seperti cuba membaca sastera Perancis tanpa belajar bahasa perancis. adakah kita akan memahaminya? Aku ada satu cerita yang aku sungguh-sungguh sematkan dalam hati, jadi pedoman waktu aku malas-malas mahu membaca Al-Qur'an. semoga bermanfaat. ehem,ceritanya berbunyi:

Di atas sebuah bukit, tinggallah seorang atuk bersama cucunya yang baru berusia 9 tahun. Atuk ni sangat suka membaca Al-Qur'an. Apabila habis menyudahkan kerja, dia akan membaca Al-Qur'an. Sesudah solat, dia akan membaca Al-Qur'an. Nak dipendekkan cerita, membaca Al-Qur'an sudah menjadi satu kelaziman dalam hidup atuk ni.

Satu hari, cucunya bertanya kepada si atuk.
"Atuk,atuk. Kenapa atuk suka baca Al-Qur'an? Yie hairan la,sebab Yie tak nampak apa-apa manfaat pun.(pemikiran kanak-kanak 9 tahun ok. kalo korang dah besar panjang ni,sure dah boleh bagi 10, malah beribu-ribu kelebihan Al-Qur'an.betul kan?)"

Atuk tadi tersenyum seraya berkata kepada cucu kesayangannya. "Yie nampak kan raga rotan belakang stor? Yie amik bakul tu, isi dengan arang di kat dapur sampai penuh. kemudian turun sampai bawah bukit, buang arang-arang tu, dan isi dengan air sungai. dan atuk nak Yie bawak naik raga yang berisi air tu ok?"

Walaupun pelik, Yie buat seperti yang disuruh atuknya. Tapi bila Yie dah isi air sungai dalam raga, air akan keluar dari celah-celah raga rotan tu. dan bila sampai ke atas bukit, air dalam raga semuanya sudah habis bertitisan (malah keluar secara berjemaah) daripada bakul rotan.

"Atuk,tak dapat air!" Kata Yie.

"Cuba lagi!" Balas atuk pula

Yie pun cuba dan cuba lagi, kali ni dia berlari membawa air supaya apabila sampai di atas,air di dalam raga masih ada. Tapi masih tidak berjaya. Selepas tiga kali percubaan, atuk mendekati Yie yang kepenatan lalu berkata.

"Yie dapat tak ambil air dengan raga rotan tu?"

"Tak."kata yie dengan sedih

"Apa yang jadi pada raga rotan ni?"sambil menunjuk pada raga itu.

"Jadi bersih". Otak Yie ligat berfikir.

"Seperti inilah membaca Al-Qur'an, mungkin kita tak akan nampak air yang dibawa dengan raga pada kesudahannya, tapi air yang tadi, telah membersihkan habuk-habuk arang hitam yang melekat pada raga. Seperti Al-Qur'an, yang membersihkan hati kita."

(p/s:sudahkan kita membaca Al-Qur'an hari ini,ya sahabat?)

Read more...

Sunday, June 7, 2009

BENGKEL PENGURUSAN JENAZAH 09


(Sila klik pada gambar di atas untuk resolusi yang lebih besar)
InsyaAllah pada hari Ahad, 14 Jun 2009 nanti, satu program akan diadakan khas oleh UPIMI kepada anda semua yang bertajuk BENGKEL PENGURUSAN JENAZAH 09. Program ini diadakan bertujuan untuk memberi pendedahan kepada para peserta bagaimana untuk menguruskan jenazah daripada memandikan sehinggalah mengkafankan. Peserta akan diberi satu 'makalah' yang telah dihasilkan oleh Ustaz Rais Ramli dan bolehlah dijadikan sebagai rujukan nanti..

Dan seperti yang dijanjikan, setiap program dari UPIMI akan ada kuiz, jadi, jangan lupa untuk membawa pen bagi menyertai kuiz di dalam program tersebut. Hadiah yang cukup lumayan InsyaAllah disediakan untuk pemenang kuiz.

Kepada pelajar-pelajar yang berminat, bolehlah menghubungi wakil batch masing-masing untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan informasi yang lebih lanjut..

Tidak lupa juga, pada hari itu, kami akan menyediakan sarapan pagi dan juga juadah makan tengah hari.

Semoga dengan kehadiran anda akan menambah keberkatan dan keceriaan dalam program kami nanti.. Apa lagi, jom daftar sekarang!!!!!

Read more...

Hikmah Kematian

~Cukuplah Kematian Itu Sebagai Satu Peringatan~

Kehidupan berlangsung tanpa disedari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyedari bahawa hari-hari yang anda lalui justeru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.




Cuba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang perilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berfikir tentang kematian. Dalam kehidupan moden ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berfikir tentang: di mana mereka akan melanjutkan pelajaran, di syarikat mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita fikirkan.

Kehidupan diertikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak suka mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahawa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “selonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kubur dalam sebuah keranda. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahad, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kubur.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kubur anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeza yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pengebumian, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, kasut, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima puluh tahun kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteria-bakteria dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi kerana ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung kerana tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan otot lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosial atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, “longgokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justeru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting.

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyedari bahawa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus faham akan kematian tubuhnya - yang ia cuba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Anggapan yang menyatakan bahawa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau kerana kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berfikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berfikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri mesyuarat di pejabat juga berfikiran serupa. Tidak pernah terfikirkan oleh mereka bahwa surat khabar esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahawa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

Read more...

Saturday, June 6, 2009

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad S.A.W


Disampaikan Di Lembah Gunung Uranah, Gunung Arafah
Pada Tanggal 9HB Zulhijjah 10 Hijrah

Wahai manusia ,
Dengar baik baik apa yang ingin ku katakan. Aku tidak tahu adakah aku dapat bertemu dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah teliti kata kataku ini dan sampaikanlah kepada orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini…


Wahai manusia,
Sebagaimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemilik yang berhak. Jangan kamu sakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingat bahawa sesungguhnya kamu akan menemui tuhan kamu dan Dia akan pasti akan membuat perhitungan diatas segala amalan kamu.

Wahai manusia,
Allah telah mengharam riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan Riba dibatalkan mulai sekarang. Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesat kamu dalam perkara perkara besar, maka berjaga jagalah supaya kamu tidak mengikutnya dalam perkara perkara kecil.

Wahai manusia,
Sebagaimana kamu mempunyai hak ke atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik, berlemah lembut terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah sama sekali tidak boleh membenarkan orang yang sukai ke dalam kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia,
Dengarlah bersungguh-sunguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikan sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan ramadhan, tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjalah ibadat haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu juga adalah sama, tiada seorang pun yang lebih mulia dari yang lain kecuali dengan taqwa dan beramal soleh. Ingatlah bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung jawab di atas segala apa yang kamu kerja kan. Oleh itu awaslah agar jangan sesekali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia,
Tiada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dangan betul dan fahamilah kata kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku. Hendaklah orang orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah YA ALLAH, bahawasanya telah aku sampaikan risalah Mu kepada hamba-hamba Mu….

Read more...

Monday, June 1, 2009

~When It Comes Again~



Peperiksaan semakin hampir, makin ramai yang menghidap demam peperiksaan yang merebak tanpa ada paracetamol yang boleh menghalangnya.

Mabuk demam peperiksaan ada baiknya untuk kamu . Ia akan mendorong ke arah kewaspadaan dan kerja kuat bagi menghadapi hari peperiksaan . Bersiap sedia . Ghairah dan tekun.

Demam peperiksaan , tidak perlu diubati . Kecuali jika membawa kepada gejala sakit kepala , tekanan dan gelisah yang keterlaluan , sehingga menjejaskan diri . Ubatnya ialah tidur sekejap , menarik nafas panjang , berjalan-jalan , minum air , mandi , membaca Al-Quran , bercakap dengan ibu bapa dan mengingati sesuatu yang indah yang pernah kamu alami. Dan lain-lain .

Sebaiknya , biarlah demam peperiksaan menghangatkan semangat juang kamu dan menguatkan azam untuk berjaya dengan baik . Untuk diri sendiri , ibu bapa dan keluarga.

Katakanlah "Aku datang . Aku tidak takut . Aku berhak untuk mencuba . Aku belajar dengan penuh insaf dan sedar bahawa tidak ada jalan mudah untuk berjaya . Aku tidak akan menyerah kalah , malah aku yakin bahawa kejayaan adalah milikku".

Ringkasnya , demam peperiksaan amat baik untuk semua . Ia menyedarkan yang lalai . Ia mendorong ke arah kerja kuat dan bersiap sedia .

Kepada semua mahasiswa kedokteran 06 dan 07 UGM,selamat berjuang........

Ad u'kum bittawfiq wan najah al mutafauwiqan fi ha zal imtihan.

Read more...

.: I Tentang KAMI I :.

UPIMI, UKHUWWAH PELAJAR ISLAM MALAYSIA DI INDONESIA MERUPAKAN BADAN KEROHANIAN MUSLIM BAGI PERTUBUHAN KEBANGSAAN PELAJAR MALAYSIA DI INDONESIA CAWANGAN YOGYAKARTA (PKPMI-CY). SEBARANG PERTANYAAN, CADANGAN, KRITIK DAN SARAN AMAT KAMI ALU-ALUKAN. SEMOGA KEHADIRAN BLOG INI AKAN MEMBERI MANFAAT UNTUK SEMUA MUSLIM MALAYSIA DI YOGYAKARTA..
Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP