.: Ahlan Wa Sahlan :.

Alhamdulillah, usaha untuk melancarkan semula site Ukhuwwah Pelajar Islam Malaysia di Indonesia (UPIMI) telah berjaya. Semoga dengan wujudnya site ini, akan lebih memudahkan usaha kita menggunakan alternatif ICT untuk berdakwah. Semoga usaha yang sedikit ini diberkati oleh Allah swt. Buat sahabat-sahabat di Jogjakarta khususnya, dan Indonesia amnya, gunakanlah site ini semaksimal mungkin, dan sekiranya anda mempunyai sebarang cadangan atau komen, bolehlah dikemukan terus kepada administrator site ini..:)

*** UPIMI sangat memerlukan sumbangan infaq dari anda untuk memastikan kelancaran setiap program yang dirancangkan. Bagi yang ingin menderma, anda boleh berbuat demikian dengan memasukkan wang ke :

No. Akaun : 9101658799 (Bank Muamalat Indonesia)
Atas Nama : Noor Hayati Binti Sabtu CQ UPIMI

Semoga Allah merahmati dan membalas jasa baik anda dalam membantu UPIMI memartabatkan Islam di kalangan pelajar Malaysia di Jogjakarta ini. ***

Sunday, October 25, 2009

Review Novel : Negeri 5 Menara

Views


Jika J.K. Rowling menciptakan heptalogi “Harry Potter” dan Hogwarts, A. Fuadi punya “Negeri 5 Menara” dan Pondok Madani. Melihat tulisan di halaman depan buku ini, saya yakin Pondok Madani ini adalah representasi dari Pondok Modern Gontor, tempat penulis novel ini dahulunya menuntut ilmu.

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.



Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Ayuh,buruan dapatkan novel ini!!! Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

2 comments:

Budak Baru Belajar,  October 26, 2009 at 12:03 AM  

Wah,cam best je novel ni.ade sape2 tau nak cari kat mane novel ni???

Moderator upimijogja November 13, 2009 at 6:21 AM  

BBB -try cari kat toko2 buku kat jogja.buku ni ade jual kat Togamas ataupun Gramedia.Ayuh membaca!!!

.: I Tentang KAMI I :.

UPIMI, UKHUWWAH PELAJAR ISLAM MALAYSIA DI INDONESIA MERUPAKAN BADAN KEROHANIAN MUSLIM BAGI PERTUBUHAN KEBANGSAAN PELAJAR MALAYSIA DI INDONESIA CAWANGAN YOGYAKARTA (PKPMI-CY). SEBARANG PERTANYAAN, CADANGAN, KRITIK DAN SARAN AMAT KAMI ALU-ALUKAN. SEMOGA KEHADIRAN BLOG INI AKAN MEMBERI MANFAAT UNTUK SEMUA MUSLIM MALAYSIA DI YOGYAKARTA..
Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP